Monday, December 9, 2013

Small Things, Big Impacts.

Ini cerita tentang cidera lutut gue...

Waktu itu, hari Sabtu, tanggal terakhir di bulan November.
Gue dan keluarga lagi sibuk pindahan karna rumah mau direnovasi.
Kita mau pindah ke rumah kontrakan di komplek yang sama, cuma beda blok.
Karna gue inget ozone tinggal sebentar lagi, gue bela-belain naik ojek ke O2 buat latihan kelas breaking atau biasa disebut bboy.
Dengan kondisi berdebu dan belum mandi, gue baru inget hari itu adalah deadline pemakaian voucher hadiah battle waktu Let's Get Boogie.
Masih ada 100.000 punya De Juniors dan gue yang pegang.
Merasa gaenak, gue contact tuh temen-temen Juniors.
Tapi karna sorenya udah janjian mau pergi sama temen, jadi gue bela-belain ngomongin itu voucher di line sama Juniors, sambil nunggu Ka Adit dateng.
Yang harusnya waktu itu gue pake untuk pemanasan.
Pas Ka Adit dateng, mulai kan koreo.
Ngulang beberapa kali, lancar.
Pas mau detailin ulang, sehabis dolphin, gue belly.
Pas belly, kerasa di lutut ada yang geser tapi langsung balik.
Gue kira gue gapapa, tapi langsung lemes.
Langsung gue panggil Ka Adit dan gue dikasih pertolongan2 pertama.
Dan ya gue nangis...
Tapi rasanya masih gaenak, kaya ada yang ga beres di dalem.
Akhirnya gue dianter mamanya Aaron dan Ka Lutfi ke Pak Iwah.
Pas diurut dan dibilang emang geser, sakit tuh kan, gue nangis lagi.
Abis itu jalan udah enakan.
Terus gue pulang.
Sampe rumah masih kerasa gaenak.
Malemnya urut lagi tuh.
Sakit...

Setelah itu beberapa kali gue masih masuk latihan.
Gak gerak pol, pastinya.
Cuma gerak tangan, yah gitu-gitu sekedar ngafalin deh.
Gue mikirnya biar gue ngejernya gak berat-berat banget nantinya.
Gue pengen banget, show di Ozone Vol.3...

Kamis, 5 Desember 2013. Pagi-pagi jam 8, gue urut lagi.
Sakit, gue nangis lagi.
Pas itu disuruh istirahat, dan setelah konsultasi soal show gue, Pak Iwah bilang sebaiknya gue istirahat dulu. 
Terus dia ceritain ada atlet bulu tangkis yang pernah geser juga lututnya, terus bandel dan jadinya lebih parah lalala.
Di sini di otak gue secara cepat langsung bayangin ke depan gitu.
Pasti gue di larang ikut ozone.
Pasti gue jadi nonton doang.
Pasti sedih...
Dan ya, bener gue disuruh ngundurin diri sama bokap.
Pas ngomong sama Pak Iwah gue mulai nangis bombay.
Sampe jalan ke mobil gue cukup tenang.
Gue berusaha tenangin diri, buat nelfon Ka Adit.
Awalnya berhasil.
Setelah ngomong sama Ka Adit, gue gabisa nahan sedih.
Serius sedih banget. Berasa diputusin.
Berasa kehilangan sesuatu yang lo perjuangin berbulan-bulan.
Kehilangan sesuatu yang udah lo pentingin dan biikin lo ngorbanin yang lain.
Sesuatu yang sepenting itu buat gue.
Sambil ngomong sama Ka Adit, gue ngerasa makin terisak-isak dan makin gajelas.
Itu gue nelfon di mobil, otw dari bsd ke kampus.
Sampe udah mau sampe kampus, gue belom bisa berhentiin air mata.
Gimana dong... mana udah telat sejam ke kampusnya.

Sampe di kampus gue langsung naik ke lantai 4 dan masuk kelas Bahasa Inggris dengan suntuk.
Pada ngeliatin, sebagian nyadar gue kenapa-kenapa.
Gak mood belajar. Tapi gue paksa-paksain.
Mau profesional, tapi keinget terus dan ganggu pikiran.

Setelah pelajaran Inggris, pelajaran SIK (Sistem Informasi dan Komputer).
Dan, kelompok gue harus presentasi.
Guess what?
Presentasinya ada di laptop gue, dan laptop gue ada di rumah.
Gue telfon-telfon bokap gak diangkat.
Akhirnya gue sama Nur dan motornya pulang.
Sampe di rumah bokap kaget gue pulang.
Gue jelasin lalala, ternyata hp bokap ketinggalan di mobil makanya ga diangkat.

Singkat cerita, Sabtu kemaren gue nonton Frozen.
Dan kemaren gue nonton The Impossible.
Di situ gue kayak ditegur banget buat bersyukur.

Gue sadar sih, mungkin selama ini gue suka ngeremehin hal-hal kecil kaya pemanasan.
Gue juga kadang suka ngeremehin latihan.
Mungkin gue banyak ngeluh, ga bersyukur.
Ternyata semuanya tuh perlu disyukurin.
Karna tanpa hal kecil, hal besar juga terganggu.
Misalnya pemanasan. 
Pemanasan itu cuma starter, tapi penting, berpengaruh.

Well, sampe sekarang, gue masih rada pincang kalo jalan.
Kalo naik-turun tangga masih lama.
Tapi udah better sih, makin baik perlahan.
Pengen cepet sembuh...
Pengen lari, pengen loncat, pengen olahraga, pengen dance...

I do believe in You, God...

Wednesday, October 9, 2013

Let Her Go

Well, you only need the light when it's burning low,
Only miss the sun when it starts to snow,
Only know you love her when you let her go.

Only know you've been high when your'e feeling low,
Only hate the road when you're missing home.
Only know you love her when you let her go,
And you let her go.

Staring at the bottom of your glass
Hoping one day you'll make a dream last
But dreams come slow and they go so fast

You see her when you close your eyes
Maybe one day you'll understand why
Everything you touch surely dies

But you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missing home
Only know you love her when you let her go

Staring at the ceiling in the dark
Same old empty feeling in your heart
'Cause love comes slow and it goes so fast

Well you see her when you fall asleep
But never to touch and never to keep
'Cause you loved her too much and you dived too deep

Well you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missing home
Only know you love her when you let her go
And you let her go
Ooooh ooooh ooooh

And you let her go
Ooooh ooooh ooooh

Well you let her go

'Cause you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missing home
Only know you love her when you let her go

'Cause you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missing home
Only know you love her when you let her go

And you let her go



(Passenger)


Friday, September 20, 2013

Missing

Here I am, on this lonely night
Laying on this empty bed
Missing you like an idiot
Thinking things I shouldn't have thought

So here I am, drowned.
Wondering if you are, too.
I don't wanna fall to deep
But with one kiss you sink me down.

Baby, what's wrong with your face?
Why does it show in every place?
Are we in love that much?
Or is it just me being so addicted?

-ral.

Tuesday, July 30, 2013

Nostalgia

Hari ini gue beresin kertas-kertas dan buku-buku. Misahin ke dus-dus, yang mana yang mau disumbang, yang mana yang dibuang, dan yang mana yang masih dipake. Terus banyak ketemu map-map dan coretan-coretan jaman dulu, ngakak banget dah. Ada yang norak, kocak, sedih, lucu, sebagainya sebagainya.
yang pasti kangen banget sama Tembagapura (post tentang itu nyusul), terus inget-inget jaman SMP juga kocak banget. 
Nah terus pas bongkar-bongkar ketemu ini nih, kayaknya sih dibikin kelas 10 atau 11 gitu. Lumayan loh hahaha

Di kala kita merasa hampa
Saat terjatuh, gagal, terluka
Dan mulai dihantui putus asa
Bangkitlah, dan syukuri yang ada

Saat kita mencari jati diri
Ingatlah, tak ada bayi berlari
Bersusah, demi meraih mimpi
Kejarlah terus tanpa henti

Ia memberi beragam talenta
Percayalah pada diri 
Hidup tak ada artinya
Jika kita terus menyesali

-Ral.

Friday, July 5, 2013

Girl Power

Who says it's easy to be a girl?
To be a girl everyone likes.

I'm not against guys.
I'm just speaking for girls.

Serba salah. Yup, itu kata yang paling bisa gambarin situasi nya.

Pertama dan yang paling sering terjadi.
Ketika cewek baik dan friendly, dikatain respon atau gampangan.
Ketika cewek cuek, dikatain jual mahal, sombong, kepedean, kegeeran.

Ketika cowok punya temen deket cewe, dianggep normal.
Ketika cewek punya temen deket cowo, naughty, huh?

Guys, please.
STOP JUDGING.

another case,
for those who don't like to dress up.
kebanyakan cewe peduli sama penampilan.
dan hampir semua lebih peduli lagi kalo event yang bakal dijalanin itu spesial.
contoh, prom night, birthday party, gathering, etc etc, or even..... a date.
a date, for me personally, when it comes to a celebration like anniversary or stuffs, is important
guys, we don't want to judge how you wear.
But please at least appreciate us.
kalo udah even anniversary contohnya, terus lagi date niat.
cewenya udah dandan cantik-cantik, milih baju susah-susah, pake sepatu tinggi mungkin supaya keliatan lebih iye lagi.
yaaaa at least jangan pake sendal jepit sama celana main di teras laaah.
apalagi sendal hotel (swear to God I hate to see guys wearing sendal hotel to malls -_- )

yaaa mungkin untuk some guys, ini hal sepele.
tapi mungkin untuk ciwi-ciwi, and me personally, ini penting coy.
pakaian itu mempengaruhi loh. 
gak harus mahal, yang penting jangan ngasal.

aaaaand, another another case...
don't judge cewe itu lemah.
Guys, we tolerate pain more than you guys do.
ada kok teori medisnya.
melahirkan, etc etc yang gakperlu disebut.
apalagi judge lemah dari air mata.
heroes are those who have heart that can be touched.
not those who are iron-hearted.

last of all.
all these bacotan are in my holy opinion.
so I'm sorry if you disagree something :)







Friday, June 14, 2013

Elemen

Aku ingin menjadi api
yang dapat menerangi
yang membakar semangat karya
dan hangatkan suasana

Aku ingin menjadi air
yang dapat melepas dahaga
yang membersihkan segala
dan buat hidup mengalir

Aku ingin menjadi angin
yang dapat menghembus kesegaran
yang membawa berita gembira
dan mendukung nafas manusia

Dan aku ingin menjadi tanah
dimana orang-orang berpijak
dimana ketiga elemen berdetak
yang memberi manfaat berlimpah

Aku ingin menjadi elemen
yang berguna bagi orang lain.

-ral

Monday, June 10, 2013

Bertualang ♥

Aku ingin selalu bertualang denganmu
Seperti hari ini, di dunia kita berdua
Hanya aku dan kamu
Melukis memori tak terlupa

Hari ini, untuk pertama kalinya
Ku arungi hutan yang baru
Karena aku melihat kamu
Di masa depan dewasa

Segala perih takkan terasa
Karena kamu sebuah pelita
Yang bisa curi waktuku
Dan segala tawa juga senyumku

Tak bisa ku ungkap dengan kata
Besarnya cita yang ku rasa
Hanya satu ku tau pasti
Jangan pernah kamu pergi


Dan kita akan mengarungi petualangan lainnya

♥♥♥

Friday, May 10, 2013

Abu-abu



Berkali lari di kepala.
"Aku ini hitam"
Esoknya melompat lain
"Aku ini putih"
Terulang tak terhitung.
Lalu aku sadar.
Aku tak bisa mengaku hitam.
Dan aku pun tak bisa mengaku putih.
Bukan hanya tak bisa, aku pun tak tau.
Aku tak tau apakah aku hitam atau putih.
Aku hanya bisa menerima.
Bila hitam datang warnaku semakin gelap.
Bila putih datang warnaku semakin terang.
Karna aku abu-abu,
yang tak lepas dari keduanya,
yang tak bisa memilih hitam atau putih.
Biarkanlah,
ini hanya permainan warna.


-ral


Saturday, April 27, 2013

Dia

Dia, orang yang tak asing.
Dia, entah teman entah musuh.
Dia, aku tak tau pasti.
Dia, mana yang kau maksud?

Dia, orang yang tak jauh.
Dia, entah kau hormati atau kau hina.
Dia, kau tak tau pasti.
Dia, mana yang ku maksud?

Dia, yang dibenci diam-diam?
Atau dia, yang dicinta diam-diam?

Dia...
Siapa dia?

-ral-

Wednesday, April 10, 2013

Perlahan

Mengapa kau pinta lebih
Saat kau dapat yang kau cari
Mengapa kau beri kurang
Saat kau jadi yang dicari

Semua telah terasa indah
Telah sempurna bagiku
Jangan kau mengubah atau berubah
Ingatlah yang dulu menarik hatiku

Tak usah kau buru waktu
Lebih indah bila perlahan
Satukan mauku dan maumu
Biar tak hilang, tak apa pelan


- ral 9/4/13 -

Wednesday, April 3, 2013

Jejak

Apa kabar di sana
Hai kamu yang telah hilang
Adakah kamu rasa
Rindu yang kini ku erang

Sesalku tiada berarti
Telah sia-siakanmu
Dua hati yang mencinta
Satu sosok yang mengalah

Tak pantaslah aku
Memanggil-manggil namamu
Saat kamu telah pergi
Tinggalkan rasa yang takkan terjadi

Tapi mengapa tak kau bawa juga
Rasa dan angan yang terkubur
Menorehkan luka rindu yang tak sampai
Membangunkan jiwa dari mimpi indah

Pantaskah ku merasa kehilanganmu
Menangisi rencana yang hanya rencana
Menghapus tawa dan canda
Mungkinkah masih kamu ingat semua?

- ral / 03 04 13 -

Tuesday, April 2, 2013

Legenda Sungai Perbedaan

(2025)

Vanny sedang berjalan-jalan di sekitar rumah barunya.
Ia mencapai sungai di halaman belakang rumahnya dan menemukan dua buah batu yang berseberangan.
Batu-batu tersebut dipenuhi tulisan-tulisan jaman kuno yang tidak ia mengerti.
"Selamat siang, nona cantik. Penduduk baru, ya?" sapa seorang nenek tukang sapu dengan ramah.
"Siang, Nek. Iya... Nek, ini batu apa ya?" tanya Vanny yang begitu penasaran.
"Oh, itu legenda di daerah sini. Nenek sudah mengumpulkan surat-surat asli dan merangkainya dalam tulisan, takut tak ada yang mewarisi kisahnya kalau Nenek meninggal. Tunggu ya, Nenek ambilkan untuk kamu," jelas nenek tersebut panjang.
Aku hanya bisa termangu, dan menunggunya kembali sambil kembali melihat-lihat keadaan sekitar.
"Ini dia, kamu bawa pulang saja dulu. Nenek selalu ke sini setiap hari, kalau kamu sudah selesai membacanya," kata nenek tersebut dengan tersenyum sambil memberikan sebuah buku tulis yang kumuh.
Aku berterima kasih dan segera pulang. Aku ingin segera membacanya.

***

(1299)

Jona tersayang, 
Kini aku mengerti kenapa kamu benci perbedaan.
Selama ini aku masa bodoh.
Aku kira perbedaan itu tak masalah.
Aku berteman dengan siapa saja, dan berbeda justru terasa menyenangkan.
Aku pikir kita bisa saling melengkapi.
Yang selama ini ku tau, toleransi adalah obat segala perbedaan.
Dan kita semua setara di mata Tuhan.
Lalu ku ingat cara kita berbeda.
Kita bisa bersatu, tapi bukan menjadi satu.
Mungkin persahabatan tidak mengenal beda.
Tapi cinta mengenalnya.
Tiap agama butuh seorang imam dalam keluarga.
Aku cinta keluargaku.
Dan mereka hanya mau imam seiman.
Kita, tak mungkin terjadi.

Untuk dosa yang paling ku suka.

Hapus segala angan kita,
Maura.

***

Untuk Maura tercinta, 
Aku harap kini kau mengerti kenapa aku benci perbedaan.
Selama ini aku selalu berhati-hati.
Aku tau perbedaan bisa menjadi masalah.
Aku ingin berteman dengan siapa saja, namun berbeda sering membuatku takut.
Lalu kau menghapusnya dengan mengajariku saling melengkapi.
Dan ku kira toleransi bisa membantu kita hidup dalam perbedaan.
Aku juga berpikir, kita setara di mata Tuhan.
Tapi aku selalu diingatkan, cara kita berbeda.
Kita tak bisa menyatu, walau hidup bisa satu.
Untuk bersahabat dengan siapapun sekarang aku bisa.
Tapi cinta, takkan bisa beda.
Agama butuh aku sebagai imam di keluarga.
Aku mencintai keluargaku.
Dan mereka takkan pernah setuju.
Kita, tak mungkin terjadi.

Untuk derita yang takkan terlupa.

Hentikan mimpi kita,
Jona.

***

Pada suatu masa, ada sebuah desa bernama Unifalsa. Desa tersebut dihuni oleh dua kelompok masyarakat yang berbeda kepercayaan. Meskipun begitu, mereka hidup dengan selaras dan damai, serta rukun dan saling membantu. Tidak terjadi diskriminasi atas perbedaan. Mereka bergaul dengan sangat bahagia dan bebas. Tetapi, ada satu peraturan pokok yang tak boleh dilanggar; Tidak boleh ada percintaan dari golongan berbeda.

Beratus-ratus tahun lamanya sudah peraturan tersebut terbentuk, sejak pertempuran antara Dewa Isman dan Dewi Kritan. Mereka adalah sepasang kesatuan dewa-dewi yang tadinya dipuja seluruh penduduk Unifalsa. Secara tak disangka terjadi pertengkaran hebat di antara mereka yang menyebabkan lahirnya 2 kepercayaan berbeda, yaitu  Ismania dan Kritania. Untungnya, malaikat-malaikat Unifalsa berhasil memadamkan pertempuran tersebut, sehingga semua dapat hidup dalam damai lagi, walaupun dengan alirannya masing-masing. Tak pernah ada yang berani melanggar peraturan tersebut. Semua generasi mensakralkan peraturan ini karena mereka takut membuat Dewa Isman dan Dewi Kritan murka.

Alkisah hiduplah seorang gadis yang baru beranjak dewasa, dari golongan Kritania. Namanya Maura. Ia adalah seorang yang menyenangkan, punya banyak teman, dan ramah pada siapa saja. Bersama teman-temannya yang sesama pecinta seni, ia belajar di Sekolah Seni Unifalsa. Maura mempelajari berbagai jenis seni dan piawai dalam berbagai bidang. Namun ada satu yang paling membuatnya jatuh cinta, yaitu seni tari.

Alkisah hidup pula seorang dewasa muda dari golongan Ismania, bernama Jona. Tak pernah ada yang tau masa lalunya, bahwa ia pernah jatuh cinta pada seorang gadis dari golongan Kritania. Dengan susah payah ia dapat melupakannya, dan sejak itu ia benci perbedaan. Ia dikenal sebagai sosok yang dingin, namun pandai membuat orang tertawa. Jona bekerja di Sekolah Seni Unifalsa, sebagai guru tari.

Maura adalah salah satu pentolan pada seni tari. Karena kecintaannya pada tarian, ia sering berlatih sendiri sepulang sekolah. Jona, yang melihat potensi muridnya itu, tidak segan-segan mengawasi Maura latihan sepulang sekolah dan membinanya untuk menjadi lebih baik lagi. Dan karena ternyata rumah mereka berada pada satu kawasan, maka Jona sering mengantar Maura pulang. Kedekatan mereka tak menimbulkan suatu keanehan apapun, karena pergaulan seperti ini memang lazim di Unifalsa. Kedekatan antar guru dan siswa, antar generasi dan golongan yang berbeda, sudah menjadi hal yang biasa di sini. Tak ada yang berbeda, kecuali hati mereka.

Tanpa disadari, seiring berjalannya waktu, Jona dan Maura semakin dekat saja. Maura tau bahwa Jona benci perbedaan. Tetapi Maura justru mengajarinya suatu nilai yang tak pernah ia rasakan sebelumnya, yaitu saling berbagi dan melengkapi. Dari saling mengajari, di antara keduanya, tumbuh rasa rindu dan cemburu. Dan pula, tumbuhlah sebuah rasa yang terlarang; cinta.

Mereka menyadari betul bahwa perasaan mereka ini salah. Terlebih Jona, yang sudah pernah mengalaminya dan menguburnya dalam-dalam. Ia benci perbedaan, namun malah terjerumus di dalamnya. Jona berusaha menghapus rasanya pada Maura, namun sia-sia. Begitu pun Maura. Banyak lelaki Kritania yang mendekatinya. Namun tetap saja, hatinya tertuju pada Jona. Mereka tak bisa saling melepaskan, sehingga mereka menjalin cintanya diam-diam. Semakin banyak tawa bahagia dan kenangan indah yang mereka anyam berdua. Juga berbagai rencana gila yang menyenangkan.

Sayangnya, nampaknya rencana-rencana yang mereka bangun takkan terwujud. Kabar percintaan mereka tersebar di penduduk dan sampai ke telinga Dewa Isman dan Dewi Kritan. Para dewa-dewi murka dan membuat kekacauan di Desa Unifalsa. Usaha pemisahan Jona dan Maura melahirkan konflik besar yang menyebabkan adanya pertentangan antar golongan. Untuk menghindari tindak kekerasan, penduduk desa melakukan tata pendudukan ulang sehingga golongan Ismania bertempat tinggal di satu sisi, dan kelompok Kritania di sisi lainnya.

Tak terkira, kekuatan cinta Jona dan Maura tetap membangkang. Mereka masih sering mengendap-endap untuk bertemu melepas rindu. Sampai suatu ketika, Maura mengandung benih Jona. Semakin panaslah konflik antara kedua golongan. Dan penjagaan pun diperketat. Selama mengandung, Maura tak pernah bisa dijenguk ayah dari anaknya itu. 

Semakin hari, semakin lemah saja fisik Maura. Kandungannya membesar, sedang tubuhnya mengecil terus.
Tanpa saling mengetahui, ternyata Jona juga terserang sakit keras. Mereka berdua menyerah pada kematian, tepat di hari anak mereka lahir. Bayi tersebut dikutuk para dewa-dewi menjadi sungai yang membatasi daerah Ismania dan Kritania. Sungai tersebut diapit batu nisan kedua orangtuanya di masing-masing sisi. Penduduk setempat mengharamkan air sungai tersebut dan menamainya dengan "Sungai Perbedaan".

***

(2025)

"Ini, Nek. Terima kasih, ya. Ceritanya bagus banget! Aku jadi merinding sendiri, Nek kalau ke sini," kataku sambil mengembalikan buku tersebut di pinggir sungai.
"Bagus, ya? Itu versi ketiga karangan Nenek tentang batu dan sungai ini. Nanti kamu baca ya versi pertama dan keduanya, lalu beritahu Nenek yang mana yang paling bagus," kata nenek tersebut sambil tersenyum lebar.


-ral.

Tuesday, March 26, 2013

Sajak Iba

Sajak iba dari hatiku
Untuk diriku sendiri
Ingin ku maki jiwa ini
Yang serakah dan palsu

Aku ini piala berkarat di dalam
Indah rupanya beracun isinya
Diperebutkan para adam
Tak tau mereka akan aslinya

Dua ksatria beradu pedang
Untuk putri tak tau diri
Tak tau siapa yang menang
Hanya rahasia hati putri

Terkadang kenikmatan
Satu dayung dua pulau
Tanpa peduli keadaan
Terbuai rasa jadi ratu

Terkadang kegelisahan
Saat nurani bimbang
Antara makna kesetiaan
Atau ia yang berjuang

-ral / 26 03 13-

Monday, March 25, 2013

5 Things

Well waktu itu modul sastra. Gue lagi nggada ide buat nyoret-nyoret puisi dan sejenisnya jadi gue memutuskan buat bikin list serba lima.

5 Things I Love from Myself:
- My first name : Raviella
- My collarbones
- My belly button and my ears B)
- My nails
- My long tongue :P

5 Favorite Things:
- anything chocolate (bar, milk, ice cream, cake, etc)
- presents and gifts (anything, dari yg paling kecil sampe paling wow)
- purple stuffs
- animal print (I'm a huge fan of dalmatian!)
- surprises (anything unexpected is always fun)

5 Things I Hate The Most:
- Insects (especially spiders! Ga ngerti kenapa harus ada laba-laba di dunia)
- sofa / sejenisnya yang robek atau bolong
- sakit (karna itu bisa menghambat kegiatan dan bikin lemah)
- kotor (ya ga semua sih, ada bbrp jenis kotor yang gue gasuka)
- rencana gagal / batal / ngaret (apalagi kalo udh gua siapin sebaik2nya)

5 Indonesian Food I Love The Most:
- indomie
- gorengan (pisang, tempe, bakwan, otak-otak, mpek-mpek, cireng, pangsit) dan kerupuk kampung
- pisang tukang sayur
- yang berbumbu kacang (gado2 siomay batagor)
- mie ayam benyek

5 Non-Indonesian Food I Love The Most:
- Cucina Italiana! (pizza, pasta, gelatto etc)
- French Sweets (macaroons, creme brullee, souffle, crepes, etc)
- Japanese (sushi, sashimi, bento, ramen)
- Hindi (prata, kari, canai, nasi kebuli/briyani)
- American (burger, french fries, hotdog, marshmallow)

5 Food I Don't Wanna Eat:
- anything jahe
- jambu & nanas
- anjing (mereka temen, bukan makanan)
- semua seafood kecuali ikan (alergi)
- jeroan (hati, kikil, otak, usus, dll)

5 Favorite Drinks:
- air mineral
- susu (terutama rasa coklat)
- coffee & tea
- baileys B)
- fresh apple/banana/avocado/melon/orange/mango juice


5 Drinks I Hate:
- anything jahe
- jamu
- mizone dan other energy drink
- soda (especially cocacola)
- rebusan apapun


5 Favorite Animals:
- dogs (especially dalmatian!)
- big cats (tiger, lion, leopard, cheetah, jaguar, dll, terutama harimau putih)
- horse (terutama putih)
- reptil (terutama ular, pokoknya yang kulitnya keren)
- primata dan beruang

5 Activities I Love The Most:
- dancing and doing any kind of sports
- singing and playing guitar
- watching movies
- shopping
- laughing and hanging out :)

Paradoks Rasa

Adakah kamu melihat?
Melihat sesuatu yang bahkan tak pernah berwujud.

Dapatkah kamu mendengar?
Mendengar sesuatu yang bahkan tak pernah berbunyi.

Maukah kamu mengungkapkan?
Mengungkapkan sesuatu yang bahkan tak pernah terangkai kata.

Bisakah kamu mengerti?
Mengerti sesuatu yang bahkan tak pernah masuk akal.

Relakah kamu melepaskan?
Melepaskan sesuatu yang bahkan tak pernah kau genggam.

Taukah kamu merasa kehilangan?
Kehilangan sesuatu yang bahkan tak pernah jadi milikmu.

Pernahkah kamu merindu?
Merindukan sesuatu yang bahkan tak pernah pergi.

Ya, dia tak pernah pergi.
Karna dia memang tak pernah menetap sebelumnya.


-ral-
21-3-13

Saturday, March 23, 2013

Super Day

yup, hari ini super banget! asli gue seneng luar biasa yes :D
first of all, hari ini dimulai dengan pelajaran olahraga.
tau? kelas gue adalah satu-satunya kelas di angkatan yang dapet jadwal olahraga minggu ini.
Dan, ternyata sekolah baru masukin permainan olahraga baru, yaitu Floor Ball.
Itu kayak main hoki gitu, tapi ini di lapangan bukan di es, dan pake lari ngga pake sepatu roda atau apapun.
Dengan segala peraturan yang dijelaskan guru olahraga bernama Wardi, kita pun mainlah.
Gue mencetak gol pertama lalu ga ngitung lagi deh pokoknya seru banget mainnya suka banget!
Akhirnya tim gua pun menang :D
Terus yang bikin gua kesel adalah, kenapa ini permainan baru ada waktu gua mau lulus????
udah gitu kata guru gua ntar bakal ada pembinaannya! Men!!!
GUA MAU IKUT!
nahhh, terus, mungkin karna ini yang ngomong si Wardi, jadi terdengar sepele yah.
Tapi gue seneng aja dinobatkan sebagai best player :D

Lalu pelajaran dilanjutkan dengan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.
Nah enak banget nih, tumben kita cepet selesai jadi gue punya banyak waktu nganggur di kelas, bisa cerita-cerita nyanyi-nyanyi dan lainnya.
Dan yang gue suka dari hari Sabtu, bisa liat ekskul modern dance sambil makan.

Lalu, pulang sekolah, Pumpkinetic dapet jadwal foto buat yearbook. 
kita mulai dah tuh, ribet ganti baju rombeng biru-oren andalan kita.
kita ambil 7 piala hasil lomba kita.
Terus mulai deh tuh foto-foto.
I'm so proud to be a member of Pumpkinetic!
Walaupun katanya guru-guru menegur lalalala karna kita pake perut-perutan di sekolah, 
well gua ga peduli syih nyahaha maaf yah ibu-ibu.

terus setelah itu gue dan tessa ujan-ujanan nih bawa berat gembolan-gembolan kaya kabayan pulang kampung, nyebrang ke nusa loka. Terus kita taro tas di O2 lalu makan mie sama Achuy juga.
Sambil makan kita cerita-cerita seru.
Setelah itu gue balik ke O2 karna ada kelas, sedangkan mereka masih nongkrong di warung depan.

Hari ini Ka Adit diganti sama Ka Lutfi.
Well kita ngulang koreo sama diajarin slowmotion and it's cool B-)
Lalu dikasih fun choreo and I like it :D

Now....... this is the best part!

Setelah kelas gue dijemput Rayon terus gue sama dia ke The Gym, Bintaro.
Kita kesana karna kita mau gantiin ngajar.
Harusnya itu kelasnya Achuy dan Ka Adit, tapi berhubung Ka Adit lagi ke Singapore dan Achuy lagi sakit, jadi digantiin.
Di sana udah ada Tessa yang ngajar kelas jam 3-4 yaitu umur 3-7 tahun (dia yang minta dimention namanya).
Gue dan Rayon tiba jam 4 tepat yang artinya gue telat dikit buat kelas gue yang jam 4!
Oke gue buru-buru dan Tessa sudah memimpin pemanasan kelas gue, umur 7-12 tahun.
Oke lalu gue lanjutin tuh kelas.
And, I enjoy it so much!!!!
Pertama para anak-anak kaya malu-malu gitu. Tapi mereka pada pinter-pinter narinya :3
So cuteeeeeeeeeeeeeeee!
Terus udah kan akhirnya udahan, terus gantian lah kelasnya Rayon, break dance.
Awalnya gue sama Tessa cuma ngeliatin dari pinggir, terus Tessa ngajak ngeliat gymnastic room nya.
Akhirnya kita ke sana dan WOW!
itu ruangan ter-pewe ter-nyaman ter-enak yang pernah gue temuin.
gua mau deh kamar gue begitu.
banyak alat-alat gymnastic kayak tiang buat atraksi, hulahoop, dll deh.
terus itu ada area yang lantainya itu karpet, keras tapi kalo jatoh empuk. enak banget!
Terus ada juga semacam kolam tapi isinya busa, ada juga trampolin.
Gua langsung petakilan tuh sok kenal sok deket sama mas yang jaga di situ, yang ternyata juga gymnastic.
Lalu gua salto-salto ke kolam busa, terus belajar salto di trampolin, handstand headstand di lantai empuk, ampun deh pewe banget itu tempat. ngga sakit sama sekali kalo jatoh!

Nah terus gue dan Tessa balik lagi ke kelas, nemenin Rayon.
Eh ternyata muridnya banyak, si Rayon agak keteteran gituu.
Awalnya gue pengen bantuin tapi ga enak interrupt kelasnya Rayon.
Tapi akhirnya dia manggil gua juga buat bantuin hahaha.
Terus gue ngajar-ngajar gitu kan, muridnya sama kayak yang gua ajar tadi ternyata, cuma ditambah murid-murid lain.
Terus kan lagi belajar chair freeze, yaudah gue bantuin ajarin kan.
Nah terus pas gue ngajarin, yang satu ada yang "Kaaak, gimanasihhh?"
lalu ada yang "Kakkk aku juga mau dong gimana yaa?"
ada juga yang "Kak susah deh iniii"
terus ada juga yang "Kak aku juga mau dong diajariin"
terus gua udah mulaui "Awwwww they're so adorable!" tp dalem hati aja hehehe.
Terus yaudah kan gue ajarin tuh satu-satu yang mau.
Terus tiba-tiba ada yang ngomong "Kak, you're so beautiful" gue langsung "Aww, makasih yaaaa :3" gitu terus ada yang megang pipi gua bilang "Kakak chubby deh hihihi" terus gue yang "hihi kamu jugaaa" aduh lucu banget deh ga kuat!!!
Terus pada ngajak ngobrol gitu nanya nama, sekolah, rumah, gitu-gitu deh.
Pada nanya kenapa celana kita banyak yang sama, O2 itu apa, dimana, gitu-gitu deh!
Terus lucu bangeeet pas Rayon ngumpulin anak-anak mau ngasih pengumuman, ada yang "Kak, ayo sini ikuuut" sambil narik tangan gue awww lucuuuu!
Terus ada lagi yang megang-megang tangan gue terus bilang gitu "Kaaak, pinggang aku sakit deh kalo madep siniii" terus gue suruh stretching gituuu.
Terus yang paling aww banget tuh ada yang nanya gini, "Kak, kakak sekarang ngajar kita ya?"
gue jawab "Enggak aku cuma gantiin Ka Arthur ajaa," terus yang lainnya bilang "Minggu depan dateng nggak?" terus gue "Enggak doong, soalnya kan aku gantiin karna Ka Arthur sakit ajaa," terus yang lainnya ngomong "Yaaah, kenapaa? Dateng dong kaaak" terus yang lainnya "Iya Kaak, stay kak, stay." terus ada yang "iya Kak, stay pleasee" terus gue yang "awwwww!" dalem hati aduh unyu bangetttt!
akhirnya gue bilang "yaudah ntar kalo Ka Arthur ngajar, kalo aku bisa aku ikut deh yaa," terus mereka yang "yeaay oke kak!" LUCUUUUU
Setelah itu kita masih ngobrol-ngobrol gitu kayak masih sharing bisa apa ajaa, eh terus gue disuruh handstand sama ini bocah-bocah ucul.
terus gue bilang kan "aku juga baru-baru sih belajarnyaa" soalnya gue emang belom bisa stabil di atas gitu.
Eh untungnya pas gue mau handstand pada bilang "Kak bisa handstand langsung kayang gaak?" dan itu yang emang gua bisa! hahaha akhirnya gua handstand terus jatoh kayang kan, terus pada mau-mau gitudeh aduh lucu deh pokoknya. terus mereka tu pinter-pinter banget, gue inget ada yang namanya Audrey, itu pinter banget!
udah lentur, cepet nangkep gerakan, cepet bisa kalo diajarin, terus dia kayak selalu outstanding di kelas-kelas yang dia ambil. hiphop lah breakdance lah gymnastic juga!
Eh terus tiba-tiba dia koprol bagus banget bentuknya, minder sendiri gua hahaha!
Terus pada split-split gituuuu mati guaa haha.
Terus ada yang nanya "kakak bisa split gak?"
gue jawab "dulu aku bisa, tapi aku pernah cidera jadi nggabisa lagi deh"
terus mereka pada curious "ih kok bisa kak?" "Ih cidera gimana kak?" "robek ato gimana tu kak?" 
"Kok bisa kaak?" "kenapa kak?" yeaaaa
terus gue kan takutnya mereka malah jadi ga berani nyoba-nyoba gerakan gitu, terus gue bilang
"Nih, kalian biasanya selalu pemanasan kan? Nah waktu itu aku nggak pemanasan, main hajar aja tuh mau split-split dan lain-lain, cidera deh. makanya kalian kalo pemanasan itu harus yang bener, soalnya penting banget buat berikutnya.
Terus pada yang muka ngerti dan tanda-tanda mereka mau mendengarkan gua :'')
Aduh gitu deh lucu bangeeeet!

Abis dari The Gym kita ke Taman Jajan BSD nyusulin Achuy sama Ci Inez. 
Terus nggak lama Ka Lutfi dateng.
Akhirnya kita semua ngobrol sharing-sharing gimana rasanya pengalaman ngajar gitu-gitu.
Seru abissss!
I wanna teach em again!! :3 :3


-ral-
23-03-13

Tuesday, March 19, 2013

Menghapus Sebuah Nama

Aku menulis namamu
Indah, tapi salah
Sudah ada nama di situ
Salah, walau indah

Ku goreskan sebuah penghapus
Agar namamu tak lagi ada

Sekuat tenaga berkali ku coba
Namamu tetap di kertas itu
Ternyata ku menulis dengan tinta
Pantas tak bisa terhapus namamu

Ku coret namamu
Nanar, tapi benar
Berharap takkan lagi di situ
Benar, tapi nanar

Ku goreskan sebuah pensil
Namamu tetap terbaca

Sesungguhnya aku tak rela
Ku hanya pura-pura tak tau
Tak ku gunakan tinta
Karna masih ku ingin namamu

-ral

Saturday, March 16, 2013

Wadah Segala Adam

Untuk kamu yang selalu ada
Di kala mereka putus asa
Untuk kamu yang jadi lentera
Setiap hilang ratu mereka

Hati demi hati
Kamu koleksi satu-satu
Gantung tinggi-tinggi
Indah semu harapan palsu

Hai, wadah segala adam
Hawa penyerap mimpi
Putih di kala hitam
Berwujud air padahal api

Kecantikan jadi senjata
Membius dalam diam
Serigala kaum hawa
Domba para adam


-ral.

Thursday, March 14, 2013

Untuk Sebuah Arti


” Aku ingin kamu bahagia dengannya, dan dengan begitu aku akan sangat bahagia.”


Sering aku mendengar kalimat itu. “Bullshit,” begitulah tanggapanku. Aku tak percaya cinta sejati. Ya, aku memang menjalin hubungan, satu sampai empat orang dalam setahun. Putus-nyambung. Biasa. Kalau aku suka, ya aku dekati. Sampai dapat. Kalau tidak, untuk apa cinta-cintaan? Justru di situ serunya. Dan asyiknya, aku selalu dapat siapa yang ku mau. Tentu saja, dengan segala kelebihan dan kecantikanku, serta kepopuleranku, siapa yang mampu menolak aku?

Itu dulu.

Sebelum aku benar-benar mengerti. Ternyata selama ini aku buta akan arti cinta. Dan aku belum benar-benar merasakan. Layaknya seorang bocah yang baru mengerti cara berjalan, namun berteriak “Mama, aku berlari!” seperti itulah aku ini.


***

Aaron, begitulah ia dipanggil. Dulu, ia adalah anak yang pendiam, kutu buku, dan tidak pernah memperhatikan penampilannya. Ia selalu jadi bahan ejekan teman-teman, mulai dari penampilannya, sampai kelakuannya. Tapi yang paling sering menjadi bahan tawaan adalah saat ia mendekatiku. Aku memang ratu di sekolah ini. Dan didekati banyak laki-laki buikanlah hal yang luar biasa bagiku. Menerima coklat, bunga, kartu ucapan, gambar, lagu, dan segala jenis rayuan lainnya aku sudah biasa. Cara menanggapi dari yang paling manis sampai yang paling tak acuh pun sudah di luar kepala. Namun didekati Aaron adalah hal yang membuatku risih. Aku benar-benar tidak mengerti apa yang membuatnya begitu teguh. Bermacam jenis ejekan dan tawaan tak membuatnya gentar. Ia terus mendekatiku dengan caranya yang aneh, sejak kelas 6 SD sampai sekarang.

Tanpa ada yang menduga, sejak SMA, ia berubah 180 derajat. Ia merubah penampilannya menjadi seperti layaknya laki-laki era ini dan itu membuat wajah tampan yang selama ini tertutup buku menjadi terlihat. Aaron juga mulai berani menunjukkan bakat-bakat terpendamnya dan jadi aktif di sekolah. Perempuan-perempuan pun berbalik arah dan menggilai laki-laki baru stok lama ini, walaupun semua orang tau, ia melakukan perubahan besar-besaran seperti itu demi aku. Agar aku menyukainya. Yang paling membuatku takjub adalah, ia tak tergoda sama sekali dengan kepopuleran mendadaknya, dan tetap terfokus untuk mendapatkan hatiku. Dan ia berhasil.


***

Hari ini adalah ulang tahun ke empat hari jadianku dengan Aaron. Sambil menunggu ajakan kencan darinya, aku memilih-milih baju di lemariku. Aku senang sekali, empat tahun bersamanya merupakan pengalaman yang tak bisa ku nilai harganya. Aku merasakan apa yang orang bilang sebagai cinta pertama. Aaron telah mengajariku apa itu jatuh cinta. Dan aku ingin berterima kasih padanya dengan memberikan sebuah kue yang aku buat sendiri  –walaupun aku tidak bisa masak, untuk hadiah hari jadi kami ini. Aku puas dengan hasil karyaku ini, walaupun tidak sebagus kue-kue di toko. Tapi belajar membuat kue secara kilat dari internet adalah pengalaman pertamaku, dan ku rasa aku cukup sukses.

Berjam-jam ku tunggu, tak ada kabar. Bahkan ucapan selamat pagi dariku belum dibalasnya. Sudah jam 3 sore. Tidak mungkin Aaron belum bangun. Aku mulai heran dan akhirnya aku memutuskan untuk meneleponnya.

Sudah ke-24 kali aku meneleponnya, tetap tak ada jawaban. Aku jadi panik mendadak. Tak pernah sebelumnya ia begini. Ku coba menghubungi teman-temannya. Tak ada yang tau keberadaan Aaron. Akhirnya, tanpa pikir panjang, aku mengambil kunci mobil dari laci dan segera bergegas ke kos nya.

Tak ada motor Aaron di depan rumah kos itu. Tak ada suara apapun pula dari dalamnya. Aku terdiam di depan gerbang selama satu jam, dua jam, tiga jam, tak ada yang berubah. Sudah jam 7 malam, lampu belum dinyalakan, artinya tak ada orang di dalam sana. Suasana mulai gelap sehingga aku memutuskan untuk pulang saja. Sambil menyetir aku menangis. Kecewa, sedih, khawatir, bingung –jadi satu.

Seharian aku menunggu kabar. Aku sudah tertidur di sofa saat handphone ku berdering. Sudah jam 10 malam. Aaron! Aku terloncat dan segera membuka sms darinya.


Hey, maaf baru ngabarin. Tadi aku jalan-jalan sama tim futsal, tapi handphone ku ketinggalan di rumah. Udah tidur ya?


Aku terdiam. Apa Aaron benar-benar lupa hari ini adalah hari jadi kami? Lalu apakah ia sangat sibuk sampai tak bisa mengabariku setelah bangun pagi atau sebelum pergi? Aku mematikan handphone ku dan memejamkan mata, mengakhiri hari yang menyedihkan ini.


***

“Sorry nih, kalo terdengar lancang. Tapi Aaron itu nggak sebaik yang kamu pikirin. Aku memang teman baiknya, tapi aku juga nggak tega ngeliat kamu ‘buta’ kayak gini,” jelas Bruno, sahabat Aaron. Ia menunjukkan bukti-bukti Aaron selingkuh. Aku benar-benar terkejut. Sosok Aaron yang kukenal sebagai lelaki paling setia, hebat, dan kekasih yang sempurna, hilanglah sudah.

Aku berinisiatif untuk membicarakan hubungan kami. Aaron terlihat dingin, dan acuh tak acuh. “Aaron, aku serius! Kamu masih sayang nggak sih?” tanyaku yang mulai emosi. Air mataku mulai terbendung di kelopak mata. Aaron tersenyum dan menatapku. “Aku sayang sama kamu,” katanya tersenyum. Kami berpelukan dan aku pun merasa lega.

Lagi-lagi Bruno membawa kabar yang tak enak. Namun kali ini aku tak mau percaya. Tak ku dengar kata-kata Bruno, sampai akhirnya ia bersikeras membawaku ke salah satu mal besar di kota. Ia bilang aku akan menemukan kenyataan di sana. Baiklah, tak ada salahnya ku turuti sekali ini saja. Bruno terus memberiku doktrin tentang kejelekan Aaron. Aku tidak mempercayainya, tentu saja. Namun itu tak membuatnya putus asa meyakinkanku.

“Apa kubilang,” kata Bruno singkat saat kami melihat Aaron dari kejauhan. Ya, dia tak sendiri, melainkan berdua. Dan, ya, dia temanku. Teman baikku. Sahabatku. Stephanie. Biasanya, orang akan mengatakan “Mereka jalan berdua karena Aaron minta bantuan untuk mencari hadiah untukmu.” Tapi ini berbeda. Mereka terlihat mesra sekali. Aaron merangkul pundak mungil Stephanie. Mereka tertawa-tawa gembira sambil sesekali berpandangan. Dadaku terasa sesak. Kepalaku terasa berputar tak karuan. Aku menarik Bruno ke arah tempat parkir. Segera ku duduk di kursi depan sebelah kiri, lalu menangis di sana. Bruno duduk di sampingku, tak tega raut mukanya. “Club, Brun,” kataku memaksa Bruno untuk menyetir ke arah sebuah club. Bruno terlihat bingung. Ia tak bisa mencegahku untuk memesan berbotol-botol minuman beralkohol. “Aku dan Aaron udah ngerencanain pernikahan, Brun…..” kataku sambil menangis terisak-isak.

Hanya itu yang ku ingat. Saat aku membuka mata, aku sudah ada di kamarku, di atas kasur dan di balik selimut. Aku jadi tak enak, Bruno jadi harus repot membawaku pulang. Jam 10 pagi. Aku segera mencari handphone ku dan melihat ada sebuah sms. Pasti Aaron! Aku masih tidak yakin harus bersikap seperti apa padanya. Marah? Atau diam saja?


Goodnight :)


Hanya itu? Setelah aku menghilang ia hanya mengucapkan selamat malam? Aku benar-benar sedih. Aku sangat mencintai Aaron, tapi ku kira tak ada gunanya lagi mempertahankan hubungan yang seperti ini. Aku pun meneleponnya untuk bertemu.

“Yaudah, kalau emang kamu mau,” jawab Aaron dingin saat aku mengucapkan kata putus. Benar-benar tidak ada rasa untuk mempertahankan. Aku tak mengerti kesalahan apa yang telah ku perbuat sampai ia menjadi seperti ini. Saat aku bertanya, ia hanya menjawab bahwa segalanya berubah. Aku membosankan. Tanpa sepatah kata aku meninggalkannya saat itu juga. 

Secara kebetulan Bruno meneleponku dan akhirnya menjemputku dan mengantarku pulang. Lagi-lagi aku menangis di atas pundaknya. Untuk menghiburku, secara tiba-tiba ia memberikanku sebuah kalung berliontin ukiran namaku. Kesedihan yang mendalam tertutup sebentar oleh rasa senang yang tipis.


***

Memang cinta sejati itu bullshit. Aku kembali pada prinsip lamaku. Laki-laki, untuk mainan saja. Tak ada lah kata selamanya dalam benakku. Lebih baik aku bersenang-senang. Sejak perpisahanku dengan Aaron, aku sudah jadian dengan 3 lelaki.

Tetapi… Selama delapan bulan ini, Bruno selalu menjagaku. Setiap putus lagi, Bruno yang ada untuk mendengar tangisanku. Di bulan kedelapan setelah perpisahanku dengan Aaron juga inilah, aku memutuskan untuk membuka hatiku lagi untuk seseorang yang selalu ada di sampingku. Bruno tersenyum mendengar keputusanku, lalu memelukku. Tak kusangka, matanya berkaca. Apakah ia sebegitu tulusnya menyayangi ku sampai ingin menangis saat aku menerimanya? Aku pun tertawa, mencoba mencairkan suasana. Ia menyambut tawaku dan kami pun tersenyum.

Dua bulan sudah. Bruno membantuku untuk perlahan melupakan Aaron. Entah apa ini gila, karena Aaron selingkuh dengan sahabatku, dan kini aku menjadi kekasih sahabatnya. Aku tak mau peduli. Aku hanya ingin bahagia dengan Bruno. Walau aku masih ragu, tapi aku terus mencoba untuk percaya bahwa Bruno takkan sama seperti Aaron.

Semua berjalan baik. Aku sudah bisa tertawa dan bersenang-senang bersama Bruno. Tapi, siapa yang menyangka. Hari ini, Bruno datang membawa kabar berwarna hitam. “Kita ke rumah duka sekarang, yuk,” ajak Bruno dengan lembut. Seketika aku lemas. Aku jatuh ke pundak Bruno disertai air mata yang berderai deras. Bruno juga tak bisa menahan air matanya. Kesedihan yang mendalam bagi kami berdua.

Sesuatu yang telah diketahui semua orang. Semua, kecuali aku. Surat itu, surat dari Aaron untukku. Sepucuk kertas yang menjelaskan arti sebuah hati yang hanya ingin memberi.



Untuk kamu yang selalu jadi kekasih di hatiku.

Saat kamu membaca surat ini, mungkin aku sudah tak lagi di dunia. Maaf, untuk menyakiti hati kamu. Maaf juga, untuk menyembunyikan semuanya darimu. Vonis dokter tentang kanker yang menjalar di otakku hanya akan membebanimu jika aku membiarkanmu tau. Dan aku tak mau itu. Aku tau, kepergian itu menyedihkan. Apalagi tanpa kata-kata pamit. Namun akan terasa lebih sakit apabila kamu kehilangan seseorang yang sangat kamu cintai secara tiba-tiba. Maka aku ingin membuatmu kehilangan seseorang itu dengan perlahan, sembari memudarkan rasa yang berlebih itu selangkah demi selangkah.

Aku tak pernah lupa hari jadi kita, Sayang. Kalung yang berukir namamu itu mungkin adalah hadiah terakhir dariku. Satu hal lagi yang perlu kamu ketahui. Jangan kamu membenci Stephanie, karena aku perlu membujuknya seribu kali agar mau berpura-pura mengkhianatimu dalam perselingkuhan palsu itu. Ia pun pada akhirnya mau membantuku hanya demi kebahagiaanmu. Dan jangan kamu menolak Bruno, karena ia adalah orang yang paling ku percaya untuk menjagamu saat aku tak ada. Berjanjilah, jangan lagi kamu mabuk-mabukan seperti waktu itu. Siapa yang akan mengantarmu pulang sekarang? Jangan kamu membebani Bruno.

Permintaan terakhirku untukmu, jangan kamu tangisi aku lama-lama. Cintailah Bruno seperti kamu mencintai aku. Namun jangan lagi mengingatku saat kamu bahagia dengannya. Anggaplah kisah cinta kita adalah dongeng sebelum tidur, tentang cinta sejati yang tak pernah mati. Kamu adalah cinta itu bagiku. Selalu. Tapi jangan membalas perasaanku. Aku ingin kamu bahagia dengannya, dan dengan begitu aku akan sangat bahagia.

Aaron.


(ral)

Wednesday, March 6, 2013

Climax?

Hari ini emang bener-bener klimaks deh.
Udah Ujian Akhir Sekolah yang jadwalnya agak sakit, yaitu matematika dan sejarah :')
Dan anehnya, sejarah cuma 60 menit. entah apa yang dipikirin sama si pembuat jadwal. masa ngerjain teori olahraga dapet 90 menit, terus sejarah cuma 60 menit zzzzz.

Okey, diawali dengan pagi yang mengantuk disambut segelas kopi supaya melek.
berangkat sekolah agak-agak menjelang mepet gara-gara si papa lupa scan sesuatu.
alhasil gue gasempet ganti kaus kaki gue yang udah 4 hari ga dicuci. 
nggatau deh tu bau apa nggak.
tapi yaudalah, gue pikir, ngga bakal buka sepatu juga di sekolah.
sampe di sekolah, sibuk nih belajar dll kaya biasa, 
gue berharap tangan gue ga bakal keringetan soalnya bakal ribet bisa bikin lembar jawab keriting terus gabisa di scan computer. jadi gue harus ngalas tangan pake tissue.
sayangnya takdir berkata lain, tangan gue malah banjir keringet aaaa.
okey gue coba buat bodo amat sama tangan.

Lalu mulailah tuh UAS mat.
dari kemaren-kemaren gue udah memotivasi diri buat percaya bisa dapet 100.
gue juga udah berdoa terus supaya dikasih ketenangan dalam mengerjakan soal.
Soalnya nggak tau kenapa ya, khusus pelajaran mat, pengen banget gue dapet cepe.
mungkin karena ini ilmu yang pasti.
Sayangnya (baca: sialnya) soal UAS tadi berbeda dengan modul atau latihan-latihan yang dikasih sama guru matematika gue tersayang (baca: *peeeep*).
Di modul tuh model soalnya yang simple gitu, dan bahkan gue udah nanya berapa kali
"Bu, statistik yang keluar cuma ini-ini aja? simpangan lalala dll sama soal2 terapan gausah?"
dan dia dengan nadanya yang (sok) lucu jawab,
"Iya dong, gampang kaaaan? paling gitu-gitu doang soalnya"
Dan perasaan gue waktu ngeliat tu soal adalah,
"Wanjirrrr boleh minta alamat rumah guru gak?"
Untungnya gue masih inget tu pelajaran-pelajaran yang keluar pas SMP dan kelas 10.
Tapi ada satu soal yang gue ga nemu-nemu cara nyeleseinnya.
Setelah nyoba ngutak ngatik rumus tambah logika dikali sotoy, jawaban gua malah ngga ada di pilihan, atau bahkan malah dapetnya minus which means gak mungkin. 
Akhirnya gue berubah jadi sniper alias nembak tu soal cap cip cup dengan harapan besar itu satu soal sialan bakal bener dan bikin nilai gue jadi cepe.
"Kring!" bel bunyi. setelah kertas jawaban sama soal diambil guru pengawas, gue langsung nyolek Ratna yang duduk di depan gue.
"Na na na na, yang tadi nilai minimum tuh berapa sih jawabannya?" dengan muka penuh harap tembakan gue jitu.
dan...................... jawabannya mengecewakan karena ternyata tembakan gue melesat dikiit.
sial. gajadi cepe zzzzzzz mau komplen guru mat!

okey, setelah menumpuk kekesalan dan ngomel-ngomel sama temen sekelas yang juga kesel kaya gue, kita lanjut belajar sejarah.
Gue udah ngerasa pede nih soalnya kemaren gue udah belajar dengan susah payah jatuh bangun tidur berdiri sampe tidur makan ngomel nyanyi teriak nulis gambar(walaupun gabisa) corat coret di depan kertas-kertas dan buku-buku sejarah.
Begitu dapet soalnya................ wanjirrrrr beda sama modul coy. gue kira kan bakal kaya Pa Rolly Mangundap yang bikin soal banyak yang sama kaya sebelum2nya. Gue mulai keder nih.
Untungnya esay lumayan gampang jadi gue ngerjain semaksimal mungkin.
"10 menit lagi ya"
kata guru pengawas waktu gue lagi ngecek-ngecek jawaban. 
waduh, lembar jawab komputer gue belum diitemin.
AAAAA. oke gue langsung cepet-cepet ngitemin.
Setelah bel bunyi gue langsung noleh ke Bagus yang duduk di blakang gue (soalnya gue males kalo ke depan gue, abis Ratna pinter sih ._. ) terus bilang "anjir susaaaaaah" dan Bagus setuju.

Setelah itu gue Tessa Wendy dan Cholle duduk di hall ngegosip ngobrol menggila berempat, sambil nungguin kelas IPS keluar.
Akhirnya kelas IPS keluar dan gue balikin soal olahraga ke Gala.
Abis itu sambil gue duduk ngobrol-ngobrol sama tiga ciwi-ciwi, si Gala menganiaya gue terus dari blakang entah idung ditarik atau pala diapainlah yang bikin gua gemes keki.
terus ciwi-ciwi di depan gue malah ngetawain. gue gemes tapi gabisa nyubit! yaialah gala gapunya lemak -_-
terus akhirnya gue dikasih ide sama Tessa atau Wendy atau Cholle lupa hehehe. Pokoknya buat narik bulu kaki si gala yang lagi berdiri ngobrol-ngoborl sama cowo-cowo.
akhirnya gue tarik beneran dan ternyata kecabut beberapa helai ._.
Tapi si gala kembali menganiaya gue.
Dan gue hanya jadi bahan tertawa 3 ciwi-ciwi ini.
Gue pun kesel dan ngelempar sepatu gue ke Gala.
Sebelum dia lempar tu sepatu gue ambil dan mau gue pake lagi.
Tapiiiiiiiiiii pas gue mau make, tiba-tiba betis gue keram! SHIT.
terus gue langsung yang "aw aw aw aw keram keram aaaaa"
ciwi-ciwi di depan gue malah ngetawain.
si gala malah ngga nyadar sampe si tessa manggil-manggil.
Si Gala dengan jahatnya malah ngetawain dan ngisengin nusuk-nusuk betis gue yang keram pake telunjuk.
SHIIIIIT keram nih guaaa! 
terus gue yang "adu adu" sambil mukul-mukul lantai.
Ehhhhhh jam tangan gue kepentok lantai dan copot dah tu talinya.
Dan ini malah nambah euforia tawa ciwi-ciwi gila ini.
Gue masih mengaduh-aduh dan kaki gue ga sengaja nendang botol minum gue sendiri jeder jatoh deh.
Dan lagi-lagi menambah tawa para kawan gue.
Si Gala juga malah ngetawain gue terus ngelempar sepatu gue yang belum sempet gue pake jauuuuuuuh bangeeet.
spontan gue bilang "aaaaah! jangan dilempaaar ambillin aaah! aduuu ini kaos kaki belom dicuci 4 hari nih kayanya bau!"
lalu 3 cewe di depan gue malah tambah ketawa, Gala juga -_-
Duh, mana ini sepatu yang dilempar itu yang baru di benerin sama abang sol sepatu gara-gara bolong. ampundeh.
ngga ada yang bantu gue ngilangin ini keram, sampe akhirnya gue harus meluruskan kaki dan mukul-mukul betis gue sendiri, sedih yaaa.
setelah mendingan, gue berdiri dan jalan dengan satu kaki terbungkus sepatu dan satunya cuma kaos kaki yang belom dicuci 4 hari itu dengan pincang-pincang akibat bekas keram.
Sumpah, ini ciwi-ciwi malah ngetawain gua lagiii.
Setelah itu gue pake sepatu dan mau pulang.

Sampe depan gue panik nih soalnya dari jauh keliatan bokap udah nunggu sambil ngelap-ngelap keringet.
soalnya emang terik banget tadi.
adooooooh mau ngga mau lari deh gue ke depan.
Terus bokap yang "aduuuh lama banget"
gue yang "iyaaa sorry paaa"
dalem hati gue yang "Aduh papa gatau aja apa yang udah terjadi hari ini......"
Lalu gue pulang dengan perut lapar dan menemukan kalo dirumah ngga ada makanan.
Akhirnya gue mengambil sebuah pisang yang ternyata masih sepet.
Tapi gue makan juga buat nunda laper sambil nunggu dibikinin bubur instan.

So, this is my "climax" day :''''')

Friday, March 1, 2013

Pertemuanku Dengan Keledai


Waktu itu, aku sibuk mengejar kudaku yang hilang.
Belum sampai ku ikat lagi, ketika aku harus pergi sebentar.
Ketika aku pergi, ada sesosok keledai muncul.
Tak terlihat, menjadi badut di segala situasi.
Dianggap remeh orang-orang, hanya jadi bahan tertawa.
Siapa yang mengira, seekor keledai yang dianggap bodoh, 
lebih pintar daripada kita yang jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya.
Seperti aku, yang dulu telah berjanji akan mengejar kuda yang hilang 
dan tak akan menaiki kuda lain sehingga ia pergi.
Malah kini aku jatuh lagi.
Keledai yang kata orang hanya lelucon, 
Justru memapahku dari kesedihan, membuatku tersenyum dan merasa terlindungi.
Membawaku, mengangkatku dari kelelahan
ketika kuda yang katanya gagah itu tak ada di waktu yang paling ku butuhkan.
Aku merasa nyaman duduk di atas punggungnya, walau tanpa pelana.
Aku haus akan perlindungan dan perhatian.
Dan keledai itu memberikan minuman pelepas dahaga.
Mungkin karena kuda merasa gagah dan elok, tinggi gengsinya.
Tapi keledai itu, penuh kejujuran dan ketulusan.
Rendah hati dan tanpa keluh dapat ia laksanakan semua.
Gengsi, persetan dengan gengsi.
Ia punya caranya sendiri untuk dihormati.
Keledai itu mengantarku pulang, mengembalikanku ke atas pelana kuda.
Demi perasaannya, ia tak rela.
Tapi demi aku, diletakkannya perasaan itu di bawah kebahagiaanku,
sehingga rela lah ia.
Aku kembali duduk di pelana kuda, 
sambil melihat keledai yang tetap berjalan di belakangku,
Berharap seseorang yang pantas akan menungganginya kelak.
Harapan yang sulit diharapkan, tapi aku harus mengharapkannya.
Agar dia bahagia, tak seperti denganku.
Harapan, akan seseorang yang takkan menjadikannya “kuda cadangan”,
Merpati yang lebih putih bersinar,
Yang akan merubahnya menjadi kuda putih tergagah,
Dan mengakhiri pertemuanku dengan keledai. 



- ral. 1-3-13 -
dari kisah nyata 2 'sahabat'