Thursday, November 29, 2012

I Do Have A Heart, Indonesia.

Di tengah ke-hectic-an gue, gue masih aware sama keadaan sekitar.
Walaupun hati gue sakit *yeaaa. tapi gue masih punya hati.
Walaupun gue sering ngeluh tentang ini tentang itu, tapi sebenernya gue sadar,
gue masih bisa dibilang lucky kalo dibandingin sama mereka-mereka,
yang kekurangan, yang buat makan aja susah.
Mungkin dengan gue ngomong begini, kesannya sok baik gitu ya?
Atau mungkin gue gak cocok ngomong kaya gini.
Tapi gue beneran peduli kok, dan bukan sekedar peduli, gue pengen nolong mereka.
Ya, walaupun untuk saat ini, mungkin pertolongan gue sebatas duit seribu duaribu.
Maklum, duit masih turun dari tangan orangtua.

Gimana  ya, setiap di jalan, ngeliat anak-anak kecil ngamen, jualan ulekan, jualan mainan, jualan minum, jualan koran... rasanya tuh, nyesek gimana gitu.
Apalagi gue tau bener, mereka itu anak Indonesia, yang katanya sih, masa depan bangsa.
Mereka masih kecil, tapi nggakbisa ngerasain masa kecil mereka.
Mereka masih sekecil itu, tapi udah harus cari nafkah.
Kepala dan hati mereka yang masih fresh, harusnya bisa dibina di pendidikan.
Tapi, mau bilang apa? Masalah perut aja masih setengah mati.

Sebenernya, kadang gue ngerasa malu.
Liat deh, mereka masih kecil, udah harus ngurus ade, nggak sekolah, nggak main, makan aja kadang-kadang mungkin, dan mereka harus cari nafkah, di usia semuda itu.
Sedangkan gue? 
Walaupun gue nggak tajir, tapi gue berkecukupan.
Bisa makan tiga kali sehari atau lebih malah, bisa sekolah di sekolah yang bagus, bisa main, biaya ditanggung orang tua, dan nggak harus pusing mikirin cari duit.
Nyatanya, gue masih sering ngeluh. Sering banget malah.
Ngeluh gue gendut, ngeluh sekolah gue reselah, ngeluh nggakpunya waktu main lah, dan sering ngelawan orang tua, yang biayain gue.
Emang gue selalu sadar belakangan. telat.
Dan gue akuin emosi gue belom dewasa untuk beberapa, atau banyak hal.
Nah, liat deh mereka.
Mereka nggak ngeluh sama sekali.
Mereka kerja dari pagi sampe malem.
Mereka punya hal yang bisa bikin mereka bahagia,
walaupun tanpa uang, tanpa alat apapun, tanpa tamasya, tanpa makanan enak...
Mereka punya semangat, daya juang, rasa bersyukur, dan cinta dan kasih sayang.
Mereka saling ngelengkapin. Saling bantu, walaupun mereka butuh dibantu.
Iya, gue malu setiap ngeliat semangat mereka.

Sabtu lalu, gue makan di daerah Sabang di Jakpus.
Sambil makan, beberapa pengamen dateng.
Gue seneng, suara mereka bagus-bagus.
Walaupun cuman bisa kasih satu lembar duit seribu,
seneng aja rasanya kalo udah nolong.
Terus jalan lagi, gue ngeliat ada ondel-ondel.
Ternyata anak-anak muda yang cari dana.
Lagi-lagi gue seneng. mereka kreatif banget pake budaya Indonesia buat nyari duit.
Dan lagi, duitnya bukan buat mereka, tapi buat bantu orang lain.
Di jalan lain, ada dua anak jalanan lagi makan nasi bungkus, satu berdua.
Mereka duduk di pinggir trotoar.
Pas lewat, gue denger mereka diskusi.
"Sila ke satu apa hayo?"
"Ketuhanan yang maha esa!"
"Sila ke dua apa?"
"Kemanusiaan yang adil dan beradab!"
Gue noleh sebentar. Gaktau kenapa, ada rasa seneng gitu.
Terus gue jalan lagi.
Sambil jalan, gue mikir.
Mereka aja, yang kekurangan dan ditelantarin negara, masih mau ngafalin pancasila.
Mereka masih punya rasa nasionalisme.
Nah gue, sering banget ngejek-ngejek negara sendiri.
Males belajar tentang Indonesia, dan gak peduli sama perkembangannya.
Lagi-lagi gue malu.
Walaupun gue nggak ngerti apa-apa tentang politik,
dan walaupun gue nggak tau perkembangan Indonesia.
Walaupun gue nggak tau nama pak RT, pak RW, pak Lurah,
dan walaupun gue nggak hafal nama menteri.
Tapi terlintas aja gitu di pikiran gue,
"Para pemimpin dan para pejabat politik nggak malu ya dua anak ini?"

Oke, mungkin gue nggak ngerti ekonomi.
Mungkin gue nggak punya kesabaran buat ngajarin edukasi.
Dan mungkin gue nggak peduli sama politik Indonesia.
Tapi, cita-cita gue semakin bulet.

Setelah gue sukses nanti,
gue bakal bangun panti asuhan yang bagus sekaligus sekolahnya buat anak-anak yang kekurangan di Indonesia.
Kenapa harus ada kata "yang bagus"?
Karena waktu itu gue pernah dateng ke panti asuhan.
Yang ngasuh cuman seorang ibu-ibu tua.
Pastinya dia nggakbisa ngurusin satu per satu dong?
Nah, yang gue liat di sana justru kekerasan dari hasil senioritas.
Yang lebih tua kasar, ngerebut, mukul, nyuruh-nyuruh ade-adenya.
Udah gitu mereka makan di satu tempat besar bareng-bareng,
udah kaya tempat makanan ayam.
Sedih deh liatnya.
Jadi, gue berharap banget, gue bisa bangun panti asuhan yang bagus nanti,
pastinya buat anak-anak Indonesia!
Amin. Amin. Amin.




-ral.

Random Emptiness

Setelah sekian lama gue terlihat sangat galau mungkin.
Kalo dibilang malu, ada sih.
Dibilang tengsin, ya ada juga.
Namanya juga manusia. ya gak?
Tapi kalo sampe lu bisa gak peduli sama rasa malu lu sendiri, sama rasa tengsin lu sendiri, itu mungkin yang nandain ada sesuatu yang terjadi sama diri lu.
Iya, mungkin orang nganggep gatau malu.
Ato apalah terserah... 
Okay, gue emang stress, mau gimana lagi.
Cape juga acting terus-terusan kayak bahagia.
Fake a smile satu dua kali gakpapa deh.
tapi kalo harus fake a laugh sampe duapuluh kali? 
Cape juga.
Well, gue tau sih, semua orang punya masalah.
Dan gue juga sadar, gue bukan orang yang paling menderita di dunia.
Tapi lu pernah gak sih, ngerasa gitu, lu kehilangan passion?
Beneran semuanya. 
Mulai dari hobi lu, tugas lu, kerjaan lu, kewajiban lu, bahkan untuk cita-cita lu, lu bener-bener ngerasa empty.
Dan semua itu disebabkan satu keinginan besar.
Ya sebenernya gue gaktau sih itu keinginan atau bukan.
Pokoknya satu hal itu udah kaya gerhana gitudeh, nutupin semua passion yang lain, jadi gak bisa mancar gitu.
Tapi di saat kaya gitu, satu hal itu gakbisa lu peroleh.
Bukan, bukan dimilikin.
Gue gak perlu milikin. 
Gue cuma pengen memperoleh.
Gue gakperlu trademark jelas itu punya gue.
Yang gue butuh adalah gue tau kalo hal itu emang hanya untuk gue.
Mungkin egois, mungkin plin plan, mungkin muter-muter.
Tapi ya itulah yang gue rasain. 
Mungkin gue cukup gaktau malu buat nulis post ini dan post-post sebelumnya,
atau mungkin post-post selanjutnya.
Ya gue cuma pengen numpahin semua hal ini.
Sekali lagi, iya gue stress. banget.
Karna berat juga dipendem sendiri.
Dan terlalu 'besar' untuk dishare ke orang lain secara detail.
Intinya,
I've tried my best to be as strong as I can.
I wanna be a tiger, a horse, a lion, a strong one.
But yeah look at me. I'm as weak as a dead leave.

Monday, November 26, 2012

Too Much

Hey, 
I wanna say some "sorries"

Sorry for all the changes I made.
Sorry if the cracks on our frame still appear.
Sorry I can't make you love me the way you used to.
Sorry if you feel happier with someone else.
Sorry if I can't make you smile.

Sorry for the broken heart.
Sorry I broke our bridge.
Sorry I'm not perfect.
Sorry for letting and not letting you go.
Sorry for my ego.

Sorry I can't control my feelings for you.
Sorry for thinking bout you everytime.
Sorry I keep bothering you with my texts and stuffs.
Sorry I get worried every second without you.
Sorry for caring too much.

Believe me,
I tried my best.
Sorry if it's not good enough.

Last apology.
I fall in love with you too hard,
sorry if it's too much.


always yours,
ral.

Tuesday, November 20, 2012

Palsu

Bagaimana aku menutup telinga
saat kabar berbunyi dimana-mana?
Bagaimana aku menutup mata
saat peristiwa berbaris di depan muka?
dan...
Bagaimana aku menutup mulut
saat hatiku berteriak sakit dan takut?
Ketika semua yang ku dengar, lihat, rasa...
Ketika semua yang aku tau...
harus dipendam dalam senyum palsu

                                                 -ral


photo

Monday, November 19, 2012

Hujan

Tadi pulang intensif jerman di sekolah, sekitar jam setengah 4 sore.
Lagi nunggu jemput di depan sekolah, eh hujan...
Yaudah deh gue jalan menuju SD.
Eh gilaaa makin lama makin deress berangin-angin gitu lagii,
terus ada geledek segala.
Akhirnya gue stuck gabisa pulang.
Daripada galau gatau mau ngapain, akhirnya bikin inidehhh


Hujan menyerbu sore yang gelap
Hujan turun bagai kumpulan air mata
Butir-butir yang lelah menahan sakit
Dingin, basah, menusuk relung
Hujan ini tak menghapus rasa perih
Hujan ini justru membanjiri genangan luka
Luka-luka di hati
Berhentilah hujan, aku tak ingin bermain
Bersihkan luka ini, jangan kau kotori lagi
Pergi hujan, pergi jauh
Bawa semua rasa ini
Hanyutkan dalam tenang,
Tinggalkan aku dalam kehangatan.

                                -ral.

TRUST

This is the second chance.
not just for you
not just for me
but for the both of us.

God has given us the power one more time.
the power to feel love
the power to put an effort
the power to trust.

Now that I trust you again.
no matter what they say
no matter how hurtful it was
no matter the amount of pride that has given away.

    

Just don't waste it.
Don't waste me.
Don't throw it away.
Don't throw me again.

Make it right.
Yes, make it right.
Cause I can feel it.
We can be the perfect two.

Just like how it supposed to be.

                                             -ral.

Tuesday, November 13, 2012

Stop and Go

Stop.
Stop acting like you don't know.
Stop pretending you feel it.
Stop giving false affection.
Stop faking every situation.

Go.
Go decide immediately.
Go get what you want.
Go happy with your ego.
Go away if you wanna leave me.

Stay.
Only if your heart still wants me there.

-ral

Six Degrees of Seperation



first, you think the worst is a broken heart
what's gonna kill you is the second part
and third, is when your world splits down the middle
and fourth, you're gonna think that you've fixed yourself
fifth, you see them out with someone else
and sixth, is when you admit that you may have messed up a little
no no there ain't no help, it s every man for himself
no no there ain't no help, it s every man for himself


(The Script)

Saturday, November 10, 2012

He'll try to fix me

At first I didn't really like this song.
But I don't know why, since the last couple weeks I began to love this song.
Especially when I get into the lyrics, it's just sooo sweet.
Moreover, last Wednesday, I had a sweet strange dream.
I was exhausted, laying on a sofa with tired swollen eyes.
Suddenly, came a mysterious guy with a guitar.
It was so blurry, I couldn't see his figure at all.
You know what, he then cheered me up and sang me a song.
The song was, "Fix You" by Coldplay.
And so, now I love the song even more!



When you try your best, but you don't succeed
When you get what you want, but not what you need
When you feel so tired, but you can't sleep
Stuck in reverse

And the tears come streaming down your face
When you lose something you can't replace
When you love someone, but it goes to waste
Could it be worse?

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

And high up above or down below
When you're too in love to let it go
But if you never try you'll never know
Just what you're worth

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

Tears stream down on your face
When you lose something you cannot replace
Tears stream down on your face
And I...

Tears stream down on your face
I promise you I will learn from my mistakes
Tears stream down on your face
And I...

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

(Coldplay)