Monday, December 12, 2011

Why people make promises?

Promises. Janji.
Janji dibuat untuk dipenuhi.
Sebuah janji dapat membawa seseorang menuju kesenangan.
Namun sebuah janji juga dapat membawa seseorang ke dalam kekecewaan.
Apabila sebuah janji, walaupun itu kecil, dipenuhi, tentu orang akan senang.
Tetapi, apabila dilanggar?


Sebuah janji dapat membawa petaka, kekecewaan, dan kekacauan,
apabila tidak dipenuhi, tentunya.


Janji. Abstrak. Dapat terjadi tanpa bukti konkrit.
Mengikat di hati, bagi orang yang memegang teguh tanggung jawab.
Menyakiti, apabila tidak terpenuhi.


Sayangnya, tidak semua orang, memegang janjinya dengan kuat.
Dan tidak semua orang, peka terhadap perasaan orang lain,
yang berharap, janji-janjinya akan dipenuhi.

-ral.

Sunday, December 11, 2011

O-Zone! ♥

edited from Tessa's Blog karna gue males nulisnya hehe
Rabu, 7 Desember 2011
hari ini di sekolah, kita kelas 11 bahasa seharian full prepare buat drama di depan anak-anak TK besok. awalnya ceritanya mau princess and the pauper, tapi karena banyak yang gatau ceritanya dan terlalu ribet serta waktu yg ga memungkinkan buat ngafalin semua dialognya, jadinya kita ganti cerita jadi little blue riding hood. Pulang sekolah anak-anak o2 yang nari closing hari ini latihan di o2. Setelah latihan, selesai kuranglebih jam 8an. Sampe rumah langsung buruan beres-beres buat persiapan besok.

Kamis, 8 Desember 2011
Hari ini, setelah drama di depan anak TK, gue Angie Bagus pergi ke o2 buat latian gabungan. Latiannya dari jam 3-9 malem. Studio o2 mendadak penuh banget karena semua murid dateng hari ini. sampe akhirnya pas selesai, gue langsung buruan pulang dan istirahat buat besok GR.

Jumat, 9 Desember 2011
hari ini pulang sekolah abis jerman gue langsung ke planetaria buat GR. cape sih berasanya, tapi tetep semangat lah latian. karena kemaren pumpkinetic ga ikutan latian gabungan, jadinya hari ini pumpkinetic latian gabungan deh. tapi ada 1 orang yang gabisa ikutan karena berbagai alasan yg gabisa gue cantumkan disini, dan dengan ketidak hadirannya dy serta beberapa kejadian yang udah terjadi, gue jadi cukup emosi sama si dia. nah pas udah kelar latihan, tiba-tiba anak-anak o2 dikumpulin kaya mau briefing gitu. gue gatau kenapa, ka adit marah2, dan ka monche yang jadi sasaran kena omelnya ka adit melulu. setelah sekian banyak komentar dan kritik yang memojokkan ka monche, tiba-tiba dr belakang gue, Will teriak 'happy birthday to you.happy birthday happy birthday happy birthday to you' dan ternyata, semuanya ngerjain ka monche yang hari ini ultah. gue shock karena gatau sama rencana ini, tapi happy birthday ka monche. abis selesai surprisenya gue pulang-pulang jam 9an. sampe rumah langsung siap-siap tidur

Sabtu, 10 Desember 2011

HAPPY BIRTHDAY O2 DANCE COMMUNITY!!!

hari ini o2 dance ulang tahun yang ke 5, makanya o2 ngadain acara yang namanya o-zone di planetaria cafe. nah pas hari H semua berjalan dengan lancar. Walaupun enggak sebagus pas GR. Gue juga sempet ada selek dikit sama Gala, tapi yaudalah, gue sampe rumah kuranglebih jam 10an, langsung beberes, dan tertidur karena bsok masih harus latian buat tim sukses Bagus.

Thursday, December 8, 2011

"Talk Less"

Hayley duduk di bangku taman pada suatu sore.
Murung, merenung, menerawang.
Kakak laki-lakinya melihat adiknya dari kejauhan.
Ia sangat menyayangi adiknya, dan ia tau ada sesuatu yang salah dengan adiknya tersayang.
"Hayley, sedang apa? Kenapa melamun sore-sore begini?" katanya ramah sembari menghampiri.
"Tidak apa, Kak. Hayley cuma bingung." jawabnya pelan, sambil tetap menerawang.
"Bingung kenapa? Mau cerita sama Kakak?"
"Hayley bingung, Kak. Kenapa Tuhan tidak adil?"
"Hey, tidak boleh begitu. Kenapa kamu bilang Tuhan tidak adil?"
"Soalnya, Hayley tidak sehebat teman-teman di sekolah. Hayley tidak punya apa-apa untuk dibanggakan, sementara temen-temen Hayley jago-jago semua."
"Hayley kan pintar, nilainya kan bagus? Teman-teman Hayley banyak yang nilainya jelek-jelek kan?"
"Iya Kak. Nilai Hayley memang bagus. Tapi tetap saja, nilai itu tidak berguna untuk hidup Hayley."
"Kok gak berguna? Hayley sayang..."
"Seperti Miranda, dia pinter banget gambar, pantes aja, papa mamanya arsitek. Terus Damian, suaranya bagus banget, ternyata dia anaknya penyanyi. Lindsay juga lentur banget, ternyata mamanya pelatih balet. Atau Lily, yang tinggi langsing kayak model. Jelas aja, mamanya emang model, papanya artis. Sedangkan Hayley... bahkan Hayley gak tau bakat apa yang bisa turun ke Hayley dari papa sama mama!" emosi Hayley seketika meledak, memotong pembicaraan kakaknya, menyemburkan lava kekecewaan yang panas meluap-luap dari gunung berapi di hatinya.
"Hayley sayaang, gini loh. Papa sama mama itu orang yang pinter. Berkat mereka pinter, bisa nyari uang yang banyaaaak sekali. Tujuannya, biar Kakak sama Hayley bisa sekolah dan jadi orang yang pinter juga. Nah, Hayley pinter itu, turunan dari mama papa."
"Kakak gak ngerti maksud Hayley. Hayley juga mau punya bakat keterampilan, sama kayak temen-temen Hayley yang lain. Bahkan kayak Fred, dia jago banget nari dan main musik, padahal gak ada turunan dari papa mamanya. Atau Alyssa yang ngomong Bahasa Inggrisnya udah persis orang luar sana, padahal papa mamanya gak lulus SMA. Hayley malu Kak."
"Dulu Kakak juga kayak kamu. Pas SMP, Kakak gak punya temen. Bukan karena Kakak nakal, tapi karena Kakak anak beasiswa. Waktu itu kita belum berkecukupan seperti sekarang, dan Kakak sekolah bermodalkan otak dan sarana beasiswa. Di SMA, Kakak ditolak di semua ekskul. Band gak mau nerima Kakak dengan alasan Kakak gak bisa bermain musik. Dance, Kakak juga ditolak karena dibilang kaku. Bahkan di teater pun kakak tidak diterima dengan berbagai alasan negatif lainnya. Kamu tau yang tersisa apa? Hanya ekskul catur yang mau menerima Kakak. Kakak memang sedih, tapi kakak tau, perjuangan kakak belum berakhir sampai disitu saja. Akhirnya kakak membulatkan tekad, kakak harus membuat sesuatu yang berbeda. Nah, kamu lihat kan hasilnya, bakery&cafe dan panti asuhan yang kita miliki itu hasil usaha kakak sendiri. Dan sekarang, semua teman-teman kakak tidak lagi meremehkan, dan sudah menghargai perjuangan kakak," cerita sang kakak sambil tersenyum ke arah adik kecilnya ini.
"Jadi, menurut kakak, Hayley juga bisa membanggakan seperti teman-teman Hayley?" tanya Hayley sembari menoleh ke arah kakaknya dan mengusap air mata di sudut matanya yang berbinar.
"Iya, sayang. Pasti. Kalau kamu mau menggali semua potensi yang ada di dalam diri kamu, dan rajin-rajin mengembangkannya, pasti kamu bisa jadi apa yang kamu mau. Percaya sama kakak, kamu akan menemukan titik tertinggi dari potensi kamu. Tuhan pasti sudah merencanakannya. Nanti, saat waktunya sudah tepat, kamu pasti akan tau kemana harus melangkahkan kaki-kaki prestasimu. Tapi kakak berpesan ya, bagaimanapun keadaan kamu, jangan sampai kamu menyerah. Menyerah itu hanya untuk yang kalah. Kakak mau kamu jadi pemenang. Oke?" 
"Hmm... Iya kak," sahut Hayley, sambil memeluk kakak tersayangnya.
"Oh ya, Kakak juga mau bilang. Kalau nanti Hayley sudah tau apa yang harus Hayley lakukan, atau nanti ketika Hayley sudah sukses, jangan sampai lupa daratan. Tidak boleh sombong. Apalagi sebelum ada hasilnya, tidak usah mengumbar segala sesuatu secara berlebihan. Kamu juga harus bisa berguna untuk orang lain, bukan hanya diri sendiri. Ingat pesan kakak ya. Talk less. Then you can dream, do, feel, and shine."

-ral.