Friday, November 25, 2011

Cerpen 6

Sesampainya di rumah, Justin sudah merasa sangat gerah,
ia lalu segera menyalakan air di bath tub kamarnya dengan air hangat.
Kemudian ia menyalakan tv yang ada di dalam kamar mandinya,
dan mulai berendam sambil menonton tv.
Ia sesekali melamun, bayangan yang ada dalam benaknya hanyalah Lizzie.
Tawanya yang polos, terkadang membuat hati Justin bergejolak.
Padahal awalnya ia sama sekali tidak bertujuan untuk mendekati Lizzie.
"Ah apa-apaan sih aku ini? Kenapa jadi memikirkan Lizzie?" pikirnya.
Tiba-tiba telepon di kamar mandi Justin berbunyi.
"Ya, halo?" Justin menjawab dengan santai, seperti biasa.
"Sayang, kamu lagi apa? Kok smsku gak dibales?" terdengar suara manja dari seberang telepon.
"Aduh sorry Katarina sayang, aku lagi berendam, gerah banget badanku."
"Oh yaudah mandinya jangan lama-lama ya. Nanti malem aku ke rumahmu deh?"
"Oke sayang. Sampai ketemu nanti. I love you."
"I love you too."

Setelah selesai berendam, Justin segera merebahkan tubuh lelahnya di atas ranjang king sizenya.
Lalu mengecek ketiga HPnya; ada sebuah telepon masuk.
Tidak seperti biasanya, kali ini Justin mengembangkan sedikit senyum di tepi bibirnya.
Lizzie.
"Hey, kenapa Liz? Tumben?" tanyanya santai.
"Eh, ehm ini. Ntar malem mau nongkrong di tokok coklat biasa ga? Aku pengen hot mint chocolatenya nih," lanjut Lizzie.
"Hm, sorry banget, Liz, ntar malem aku gak bisa, ada acara keluarga. Kapan-kapan aja yaa.." kata Justin, lembut.
"Oh, yaudadeh. Daaah!" jawab Lizzie yang tetap ceria, sembari memutuskan koneksi teleponnya.
Justin mendengar nada kekecewaan dibalik keceriaan Lizzie.
Namun apakah ia peduli?

    Syg, maaf ya, hari ini kamu gabisa ke rumahku.
    Aku mau pergi, ada acara nonton bareng temen2.
    Bsk aja gmn? see u tmrw :)
__________________________________________

    Liz, aku di depan rumahmu :)

Lizzie melompat dari sofanya begitu melihat sms masuk dari Justin.
"Justin? Katanya gak bisa?"
"Eh, iya. Tapi setelah kupikir-pikir, aku juga pengen hot mocca nya nih," kata Justin sembari melemparkan senyum manisnya.
Matanya yang biru kembali bercahaya.
"Oh, yaudah, aku ambil jaket dulu ya sebentar," jawab Lizzie sambil mengembangkan senyum termanisnya.

(to be continued on Tessa's blog)

Friday, November 11, 2011

Our Language Class

Senin - Rabu (7-9 November 2011)
Kelas XI di Sanur BSD dapet pelatihan Ai (Appreciative Inquiry).
Di pelatihan ini, kita diajarkan untuk menjadi positif,
dan bisa menyadari potensi kita masing-masing.
Menurut gue, pelatihan berjalan dengan seru banget :D
Apalagi kita dapet mentor nya Bu Dewi.
SURGA!
Gue ngerasa kelas jadi lebih kompak.
Dari proses itu, lahir juga lagu kebangsaan ABah:
(CLICK THIS)
itu liriknya :)

Tuesday, November 1, 2011

Vergessen zu Vergessen


Das ist ein Lied von Luxuslärm,
und ich höre gern das Lied :)

Warum lauf ich Nachts ohne Ziel
durch all die fremden Straßen
und will 'ne Geschichte erzählen,
die nie zu Ende geht?
Warum wart ich tags auf den Regen,
auf die große Flut?

Sind Welten, die uns trennen.
Nichts ist ewig.
Hab deine Stimme fast gelöscht.
Es ist soweit.

Denn ich hab dich nie gehalten.
Ich hab dich nie vermisst.
Ich weiß nicht wer du warst, nicht wer du bist.
Ich kenn nicht mal deinen Namen.
Ich hab dich nie geliebt.
Ich hab nur grad vergessen zu vergessen,
dass es dich gibt.

Warum schau ich nach einem Zeichen,
nach irgend'ner Sms?
Um 'ne Geschichte zu hören,
die nie begonnen hat.
Gehts dir genauso wie mir?
Weißt du noch?

Sind Welten, die uns trennen.
Nichts ist ewig.
Hast du meine Stimme schon gelöscht?
Es ist soweit.

Denn ich hab dich nie gehalten.
Ich hab dich nie vermisst.
Ich weiß nicht wer du warst, nicht wer du bist.
Ich kenn nicht mal deinen Namen.
Ich hab dich nie geliebt.
Ich hab nur grad vergessen zu vergessen,
dass es dich gibt.
Dass es dich gibt.