Friday, September 30, 2011

Cerpen 2

Aku tak kunjung berhenti memikirkannya. Mungkin ini berlebihan. Tetapi, aku tidak pernah merasa senyaman ini. Lamunanku menuju langit ke tujuh ini dipecah juga oleh teman sepermainanku.

"Lizz! Astagaaaa Justin aja dilamunin terus!" katanya tiba-tiba.
"eh apaan banget! Aku gak mikirin diaaaa aku kan cuma..."
"cuma apa? kangen? suka? hahahaha" kata cewek kurus nan tomboy bernama Diana.
"Ah berisik deh, ng-eskrim yuk!"

2 jam berlalu. Aku dan Diana menghabiskan waktu di kedai es krim sambil bercanda dan berbagi cerita. Entah bagaimana, rasanya Diana tau sekali tentang Justin.
"eh tapi kok kamu tau banyak tentang Justin?" tanyaku penasaran.
"hah? ah... yaaa... keliatan aja gitu hahaha. Eh mau pindah nggak? Kita ngopi" jawab si tomboy ini dengan nyengirnya yang khas."
Aku curiga dengan tingkahnya. Pasti ada sesuatu yang salah. Namun aku memutuskan untuk tidak menanyakannya. Karena aku tidak suka ada badai yang memisahkan kapal dan nakodanya.
Mungkin aku berlebihan, tapi inilah yang aku rasakan. Dan kini, kegilaanku akan si mata biru semakin menjadi-jadi.



My eyes are no good, blind without her
The way she moves I never doubt her

When she talks she somehow creeps into my dreams
She’s a doll, catch, a winner
I’m in love and no beginner
Could ever grasp or understand just what she means

Baby, baby blue eyes
Stay with me by my side‘til the morning, through the night
Well baby, stand here holding my sides
Close your baby blue eyes
Every moment feels right
And I may feel like a fool
But I’m the only one dancing with you
Whoa oh oh, oh oh oh oh oh, oh oh oh , oh oh

I drive her home when she can’t stand
I like to think I’m a better man
For not letting her do what she’s been known to do
She wears heels and she always falls
I let her think she’s a know it all
But whatever she does wrong, it seems so right
My eyes don’t believe her, but my heart swears by her

Baby, baby blue eyes
Stay with me by my side‘til the morning, through the night
(can’t get you out of my mind)
Well baby, stand here holding my sides
Close your baby blue eyes
Every moment feels right
And I may feel like a fool
But I’m the only one dancing with you
Whoa oh oh, oh oh oh oh oh, oh oh oh , oh oh
Cant get you out of my mind

I swear i've been there
I swear i've done that
I'll do whatever it takes just to see those

Baby, baby blue eyes
Stay with me by my side‘til the morning, through the night
(can’t get you out of my mind)
Well baby, stand here holding my sides
Close your baby blue eyes
Ever moment feels right
And I may feel like a fool
But I’m the only one dancing with those

Baby, baby blue eyes
Stay with me by my side‘til the morning, through the night
(can’t get you out of my mind)
Well baby, stand here holding my sides
While closing your baby blue eyes
Ever moment feels right

My eyes are no good, blind without her
The way she moves I never doubt her
When she talks she somehow creeps into my dreams

Kunyanyikan lagu "Baby Blue Eyes" milik A Rocket To The Moon dengan mengganti semua 'her' menjadi 'him'. Dan setelah lagu itu terulang entah berapa kali, aku baru sadar jam dinding segitiga di dinding kamarku sudah menunjukan jam 2 pagi. Aku terkejut dan segera melelapkan diriku dalam mimpi.

(lanjut di blog Tessa).

Monday, September 26, 2011

sebuah "keluarga"

Orang bilang, sebagai sebuah "keluarga", haruslah saling menyayangi, 
menerima apa adanya.
Saling menghargai, toleransi, dan tidak saling menjatuhkan.
Tetapi di dalam sebuah "keluarga", ada saja pihak yang tidak disukai.
Lalu bagaimana jika kita memang tidak suka dengan gayanya? dengan orangnya?
Kalau terus-terusan tidak suka, ikatan keluarga itu tidak menjadi rapat dan kuat.
Tetapi kalau pura-pura suka, artinya munafik.
Berusaha suka padahal tidak, menyiksa diri.
Kalau jujur bahwa kita tidak suka, menyakitkan hati dan memicu pertengkaran.
Jadi yang mana yang harus kita utamakan? kesatuan atau kejujuran?

-ral.

Dear God.

God, I'm very sorry for blaming You all the time.
I know I'm not perfect. but so do the others.
I often think that my life ain't nice.
I think that I have no talent, 
that I can't make anybody proud,
that I can't be like "her".
And I do it very often.

God, I'm sorry for blaming my parents all the time.
I blame them for the economy things.
I blame them for any imperfection on me.
I blame them for any mistake in my activities.
And I seldom thank, about their kindness.

God, I'm sorry for being too fragile when I feel alone.
I know I have so many friends, although some of them hate me, 
or fake, maybe.
But on the other side, I know I need them,
I know there are true friends who sincerely love me.
Please, don't let them go from me, God.
Promise I'll fix myself so I wouldn't be so bad anymore to them.
So I can be a good friend, true friend, real friend, and even best friend.

God, I'm sorry. I didn't realize that you gave me so many things.
I'm sorry for being weak when I know You made me strong.
Even when no one vote for me.
You give me someone.
Someone, who can make every single laugh I throw.
Someone, who can sing heaven's song for me, when I fall down.
Someone, who can make me feel that I'm worth.
Someone, whom  you've given a half of my soul.

God, please teach me and direct me to be the best of me.
I wanna make You proud.
I wanna make my parents and friends happy to be with me.
And once more, I wanna be the best of me.


God, I thank You from the bottom of my soul.
For my beautiful love.
For my various friends.
For my unique parents.
For my facilities.
For my hidden talents.
For all of your kindness.
And last but not least,
for letting me feel, that I am special.

w/♥,your mean child.     
ral.

Saturday, September 24, 2011

XDlicious; we learn, we laugh, we love. we're family: XD BBQ part 2

see it on Ukill's blog :) : Acara kelas nambah 1 lagi, kali ini bbq lagi Ide awal itu dari codet, gatau ada apa dia tiba-tiba nanya "kapan ada BBQ?"

Wednesday, September 21, 2011

Losing

We do lose things in our lifetime.
Although it's always hard and hurtful,
try to let go,
for losing is a part of human's law.
People live, people die.
There's no party which has no ending.

-ral.

Tuesday, September 20, 2011

Cerpen Tandom (tessangie)

Senyum itu menghias pagi ini. aku pergi ke sekolah dengan 1/4 semangatku, sebelum akhirnya aku bertemu dengannya. tatapannya yang dingin membuatku membeku saat melihatnya. kibasan rambutnya yang lembut membuatnya terlihat lebih hawt. pancaran matanya yang biru seakan membuat dunia ini berhenti berputar. bagaikan sinar mentari yang terbit dari sebelah timur, menerangi permukaan bumi sampai ke barat, ia menerangi hariku, dari ujung kepalaku sampai ujung jari kakiku. tiba-tiba semangatku bangkit kembali, dan aku siap masuk ke kelas (?)

Pelajaran demi pelajaran aku lewati dengan memandangi sebuah punggung putih. punggung milik laki-laki bermata biru itu. hari pertamaku di tahun ajaran ini akan berbeda. karena ada dia, orang yang selalu kulihat dari balik bayang-bayang, yang selalu kulihat dari ekor mata saat melewatinya. sekarang, ia ada di depan mataku. kuharap, ini adalah permulaan yang baik.


masih ku pandangi punggung itu. hingga tiba-tiba (jeng jeng jeng jeng!!!) saatnya bagi kami sekelas untuk saling berkenalan, dan tak kusangka, ia menoleh dan mengulurkan tangannya kepadaku. Dunia seakan berputar 2 kali dalam sehari. Tanganku dingin, bibirku membeku, tangan pun tak kunjung menyambut uluran tangannya. "Halo?" katanya tiba-tiba, memecah suasana beku dalam diriku. mataku langsung menuju matanya, matanya yang biru itu. "eh....ya? haloo k-k-kenapa?" kataku sambil berusaha menarik kedua ujung bibirku untuk tersenyum. "Kok bengong? kita kan disuruh kenalan" katanya disertai tawa canda yang membuat jantungku berdegup sangat kencang seperti drum sirkus yang menyambut singa jantan. aku pun menyambut tangan kanannya. "wah, tanganmu kok dingin?". Seketika kutarik tanganku, salah tingkah, mukaku pun memerah. Tiba-tiba seorang teman di sebelahku menyorakiku dengan keras "cieeeee......Lizzie sama Justin..CIEEEEEE..." sorakan itu semakin membahana di kelas art sekolah Internasional ini. Aku malu sekali, tapi ternyata Justin malah tertawa-tawa bercanda, dan aku pun menjadi terbawa suasana.

bersambung...

Saturday, September 3, 2011

Indonesia, oh Indonesia.

kemaren, sekitar jam 9 malem, gue balik dari Om Rob's acara makan2.
FYI makanannya enak2 banget, beneran selection semua kayaknya so yummy! :9
terus gue dan bokap ke airport jemput nyokap.

sekitar jam 10, gue nyampe di airport.
as usual gue langsung heading to the red corner, craving for delicious rotiboy.
tapi yang gue temukan? jeng jeng... "udah tutup mbak.."
oh snap. yaudah deh gue sama bokap duduk di kursi2 disitu.
setelah delayed, akhirnya pesawat nyokap landed juga.
pas banget emang gue udah pengen berdiri gara2 bapak2 sebelah gue ngerokok asepnya ke gue.

gue sama bokap jalan ke arah depan pintu.
banyak banget orang ngerokok.
dan gue selalu gak suka orang buang asep ke muka orang.
jadi gue ngetweet deh hehe.

gak lama bokap bilang "ngie liat deh"
apa coba? ada tulisan2 gini di sana. dan banyak BANGET.


i'm obviously pissed off.
HADOH Indonesia nih, hukumnya lembek banget sih. lenje!
yaudah sengaja aja gue ngomong sama bokap kenceng2.
"liat deh pa"
"emang tuh 50 juga bulu ketek kali ya"
"hadeh pemerintah lembek ya selembek mie nyemek"
ato nunjuk2 sekalian ajadeh.
gue tambah kesel waktu ada TNI lewat sambil ngerokok terus ngobrol sama petugas airport yang juga ngerokok.
gue bilang aja "pah liat deh, TNI juga ngerokok."
si TNI nyadar dan noleh. 
gue takut sih abis dia bawa pistol. coba kalo gak, gue foto deh hehe -_-


setelah nyokap gue keluar, gue ngomong gitu kenceng2
"liat deh ma, tulisannya (sambil nunjuk tinggi2). tapi itung deh mah berapa orang yang ngerokok."
terus nyokap gue nyambungin.
"yah, gabisa baca kali."
owyeah.
terus sebelom pulang gue sengaja foto itu poster biar orang2 liat huehehe.

udah pulang nih, mau bayar karcis parkir.
eh taunya yang tugas disitu ngelayanin sambil nelfon cobaa.
taro dulu keeek. masa ngomong sama bokap gue sekalian sama somebody yang dia telfon.
kan ga sopaaan. yaudah gue foto lagi deh hehe.

malemnya gue dikecewain lagi.
bola ; Indo kalah sama Iran 3-0.
what the hell man gausah mimpi masuk piala dunia deh -_-
sorry frontal tapi benerin dulu aja mental2 orangnya.

Friday, September 2, 2011

Arabusta Coffee, silahkan!

mimpi apa gueeee
bisa kerja di arabusta, coffee shop + dine.
gak kerja juga sih, semacam magang gituuu.

hari minggu  kemaren, senin, sama kamis gue magang disitu.
seru bangeeeeet gakuat!



mulai dari promosi di depan
"Arabusta Coffee, silahkan! kita punya menu baru blablablabla"
sambil megang menu B-)


taking order
"misi menunya. mau pesan apa?"
terus dicatet B-)


nganterin
"permisi, ini blablabla nya, silahkan"


beresin meja
"misi, boleh saya angkat?"
sambil bawa tray B-)


nyuci piring segunung B-)


dan yang paling asik, bikin minuman!
some photos:

Mochalicious and Arabusta Signature (caramel blend)

Nutty Mocha (hazelnut blend)

lychee and purple rain soda

Irish Coffee



Espresso. Ini kayak bahan dasar kopinya gitu. susah loh
 bikinnya. harus pas waktu, kekuatan dll lah
dan lain-lain :D

oh ya sempet nyobain bikin rotiboy juga satu kali hihihi 
relasi memang penting (:

Punya gue masih rada pletat-pletot hehehe




Thanks to para Om Owner, Mbak Eva, Engkong Bangkit, Mas Arman, Mbak Fetti, dan masih banyak lagi :D


And my working partner, Tessa :*




FUN!